Welcome

Welcome to Neyoutha For Order and Further Information, Please SMS to 08174921002
Showing posts with label bundariza arsip. Show all posts
Showing posts with label bundariza arsip. Show all posts

Sunday, October 2, 2011

Beli gado-gado 2 bungkus dapatnya banyak sekali…..

20 Agustus 2009
Siang menjelang bulan puasa rasanya panas sekali, membuatku malas untuk keluar rumah. Tapi ya tetap harus jalan karena nggak ada makanan untuk makan siang. Jadi dengan agak setengah hati aku pun berangkan jalan kaki untuk membeli dua bungkus gado-gado di warung Mpok.
Mpok, gado-gadonya 2 bungkus ya, yang satu pedas, satu lagi cabainya 1 saja kataku. Iya tunggu sebentar ya Neng, Mpok penjual gado-gado pun masuk kembali ke rumahnya. Sambil membawa ketimun yang baru saja dicuci, Maaf ya Neng, di dalam masih masak, memangnya belum matang semua mpok? Belum Neng, maklumlah nggak ada yang ngebantuin, Cuma mantu saya aja, itu aja kalau dia sift malem. Rajin ya Mpok mantunya, padahal laki-laki. Iya neng Alhamdulillah, anak saya yang dua kerja satu lagi tuh molor melulu kerjanya emang susah punya anak laki-laki. Katanya sambil melanjutkan membuat gado-gado.

Sebentar lagi puasa ya neng?,kayaknya cepet banget waktu berjalan. Iya betul, kalau puasa jualan Mpok? Nggak Neng, anak saya bisa marah kalau saya tetap jualan, dia pasti ngasih duit ke saya kalau bulan puasa biar saya nggak jualan. Lagian cape Neng kalau jualan, bisa-bisa saya nggak bisa ibadah. Jangankan baca Al-Quran, shalat tarawih aja nggak sempet. Kalau jualan nih Neng, maghrib-maghrib orang-orang minta bikinin makanan-inilah, makanan itulah pokoknya nggak sanggup deh, katanya sambil membungkus gado-gado yang satu.

Setelah itu ia melanjutkan membuat gado-gado yang kedua. Sayapun bertanya lagi padanya, terus kalau nggak jualan dirumah ngapain aja Mpok? Ya, Abis Sahur yabaca Al-Qur-an, sampai Subuh, nanti shalat Subuh dan beres-beres rumah deh. Habis itu jam sembilanan Shalat Sunat Duha, sebelumnya shalat Taubat dulu Neng nggak usah banyak-banyak 2 rokaat-2 rokaat aja. Habis itu baca Al_Qur-an, Syukur-syukur kalau dapat 2 Juz, Kalau nggak sih sampai berapa ‘ain gitu. Mudah-mudahan kuat puasa ramadhan tahun ini, biar nggak ada utang, kalau punya utang takut nggak kebayar Neng.

Ntar, jam 2-an baru masak buat buka, pokoknya kalau puasa mah yang penting ibadah deh. Subhanallah kataku dalam hati Mpok ini selain pekerja keras sangat taat ibadahnya, pantas saja melihat wajahnya saja begitu bersih dan teduh. Lalu dia melanjutkan, kata orang sih orang betawi pada males-males Neng, baru punya kontrakan 5 petak aja, kerjanya Cuma tidur-tiduran, ya kalau itu sih bukan karena orang betawinya kali Mpok,yang lain juga kalau memang dasarnya pemalas ya kerjanya Cuma tidur-tiduran aja nggak pada usaha. Iya ya Neng, Udah nih Neng, katanya sambil membungkus gado-gado yang kedua, jadi semuanya berapa Mpok? Tanyaku. Empat belas ribu. Akupun menyodorkan uang lima puluh ribuan, dan Si Mpok dengan segera mengembalikan sisa uangku. Makasih ya Mpok, Iya Neng, mudah-mudahan pada sehat terus ya, katanya lagi. Akupun beranjak pulang ke rumah sambil berkata dalam hati stop bermalas-malasan ya... Semoga.............................

Dua Ribu Rupiah Saja Ayah.... (Bagian II)

Suatu pagi, seperti biasa, Abi bangun pagi saat adzan Subuh berkumandang. Aktifitas pagi pun berlangsung seperti biasa.

Setelah ayah mempersiapkan segala sesuatu untuk berangkat ke kantor menggunakan motor, kemudian motor dinyalakan untuk memanaskan mesin. Tak lama kemudian Abi ikut naik motor untuk berkeliling klaster perumahan kami yang tidak terlalu luas. Itu adalah aktifitas rutin abi dan ayah setiap pagi.

Ketika sudah tiba kembali di rumah, seperti biasa, ayah kembali memeriksa ulang kelengkapan motor dan isi tasnya. Setelah yakin semuanya telah lengkap, ayah pamitan kepada Bunda dan Abi, kemudian memberikan uang kepada abi untuk ditabung.

Pagi itu, ayah memberi Abi lima ribu rupiah karena abi dinilai baik sekali pagi hari ini. Tetapi apa komentar abi pagi ini?

"Abi tidak mau lima ribu rupiah... Abi maunya dua ribu rupiah saja ayah...!"

Ketika ayah mengatakan bahwa lima ribu lebih banyak daripada dua ribu rupiah, Abi menjawab, "Abi tau ayah... tapi abi maunya hanya dua ribu rupiah saja...!"

Sambil menggeleng-geleng kepala, Ayah memberikan selembar uang dua ribu rupiah kepada abi. Hmm... abi..abi... aneh aneh aja kamu....

Dua Ribu Rupiah Saja Ayaaaah............. (bagian I)



22 November 2010
Sebagai reward karena sudah tidak mengompol lagi, setiap berangkat ke kantor Ayah selalu memberikan Abi uang sebesar Rp. 1000,- Selain untuk 'reward' maksud kami memberikan Abi uang seribu rupiah adalah untuk membiasakan Dia menabung sejak dini. Kebetulan Abi sangat suka sekali mengoleksi mainan Thomas and Friends yang bagi kami cukup mahal. Dan alhamdulillah koleksinya sekarang sudah bertambah, dari hasil tabungannya. Dan yang yang paling mengesankan, Abi sanggup menunggu beberapa bulan, atau bahkan setahun untuk bisa mendapatkan koleksi mainan yang diingankannya. Yang pasti sampai uangnya cukup.
Menjelang lebaran tahun ini, kepintarannya bertambah. Tidurnya sudah tidak harus di kipas-kipas lagi (biasanya kalau mau tidur tanganku atau ayah sampai pegal mengipasi atau menggaruk punggungnya). Jadilah rewardnya bertambah dari seribu rupiah menjadi dua ribu rupiah. Dan itu berlanjut sampai suatu saat Abi bangun jam 5 pagi tanpa harus dibangunkan terlebih dahulu dan tanpa ada tangisan. Waaah, bagi kami hal itu suatu kemajuan yang sangat pesat. Dan yang lebih mengejutkan, dia membantuku mencuci pakaian. Walaupun yang dicuci hanya celana dalamnya saja, tapi bagi kami bantuannya sudah sangat berarti. Yuppp... 'Abi mau bangun pagi, biar bisa bantuin bunda nyuci' katanya polos.
Jadi hari itu Abi dapat tambahan tabungan Rp. 5.000,-. Satu-Dua hari Abi mendapatkan reward tambahannya, dan dia mengompol.... ..., tapi tetap bangun pagi dan mencuci satu celana dalamnya. Jadi hari itu ayah hanya memberinya dua ribu rupiah saja. Setelah ayah berangkat, sambil tiduran dan memegang uang dua ribunya, dia berkata, "Bunda, sebenarnya Abi tadi malam ngompol supaya dikasih uang duaribu aja sama ayah..."
(bersambung...)


Nonton Final Piala AFF 2010


29 Oktober 2010
Indonesia tanah air beta
Pusaka abadi nan jaya
Indonesia sejak dulu kala
Tetap di puja-puja bangsa
Disana tempat lahir beta
Dibuai dibesarkan bunda
Tempat berlindung di hari tua
Sampai akhir menutup mata
Lirik lagu ini adalah salah satu dari lagu yang sering aku dendangkan saat abi kecilku sulit tidur di bulan-bulan awal kelahirannya. Sekarang, setelah lima tahun berlalu si kecilku sudah bisa mendendangkan sendiri walaupun dengan nada yang naik turun.
Saat euphoria Timnas sepakbola Indonesia melanda seluruh negeri tercinta ini, anakku bisa dengan lantang menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya (biasanya bersama ayahnya) sambil berdiri tegak sebelum pertandingan dimulai. Walaupun ketika mulai pertandingan, biasanya dia merengek agar chanel TVnya di pindah ke acara kartun kesayangannya. Alhasil, pernah suatu hari ayah akhirnya nonton di pertandingan sepak bola di pos satpam.
Garuda didadaku
Garuda kebanggaanku
Mudah-mudahan bukan hanya slogan sesaat, semoga ketika pertandingan piala AFF selesai masih terpatri di hati anak-anak Indonesia. Memacu semangat anak Indonesia untuk tetap berkreasi dan berprestasi di bidangnya.
Satu hari sebelum final AFF babak kedua, ke salah satu pasar regional di Jakarta. Merinding rasanya melihat dimana-mana, di emperan toko sepanjang jalan dijual kaos dan jaket merah-putih. Dan peminatnya, bukan main…….sepertinya setiap orang yang hari ini berkunjung ke pasar berminat untuk membeli kaos dan jaketnya... padahal harganya lumayan, tidak terlalu murah juga, untuk kaos dan jaket anak berkisar 40 sampai 50 ribu rupiah. Kalau jaket dewasa berkisar 150-170 ribu rupiah. Kalau yang ini bangga lho, karena asli produk Indonesia… paling tidak kreasi anak Indonesia ^_^…..
Berharap mudah-mudahan malam ini supporter Indonesia tidak ada yang berulah. Karena rasanya malu sekali kalau sampai ada kejadian seperti Final babak pertama di Malaysia hari Minggu yang lalu. Kalau menang, akan dianggap curang, kalau kalah pastinya… akan lebih memalukan lagi. Pastinya dalam setiap pertandingan selalu ada yang menang dan ada yang kalah. Berharap…. Tim Indonesia menang besok, walaupun kata pengamat sepak bola hanya 5-10% kemungkinan tim Indonesia bisa menang. Tetapi saat kalahpun tetap menjadi bangsa yang terhormat.
Semoga malam ini , apapun yang terjadi Indonesia tetap menang……………
Hiduplah Indonesia raya…………