Welcome

Welcome to Neyoutha For Order and Further Information, Please SMS to 08174921002

Tuesday, November 15, 2011

Bercerita dengan Piktogram (1)



Nonton SEA GAMES ke-26 2011



Negara Peserta Sea Games
Tiket Masuk Sea Games 26th 2011
 Geliat SEA GAMES ternyata mewarnai rumah kami. Ketika ada informasi di dekat rumah kami ada venue pertandingan, kamipun merencanakan untuk menonton. Senin, 14 November kami berangkat untuk menonton pertandingan TAEKWONDO.

Ini Tiket Abi







Karena sampainya sudah siang hanya tersisa 6 pertandingan final 3 diantaranya Indonesia. Pertandingan dimulai agak sore, karena lelah kami hanya menyaksikan 3  Final Kyorugi.
1. Putri : Thailand vs Vietnam
    kemenangan Thailand
    dengan score 11 - 1
2. Putri: Indonesia vs Malaysia
    kemenangan Indonesia
   dengan score 8 - 1
3. Putra: Indonesia vs Philiphine
    kemenangan Indonesia
    dengan score 7 -2






Di sana kami mendapatkan bendera-bendera yang dibagikan untuk mendukung negara- negara peserta. Tapi walaupun memegang bendera peserta dari negara lain, tetap saja penonton sangat antusias berteriak menyemangati kontingen Indonesia. Gegap gempitanya hingga memenuhi arena, yang didominasi para siswa sekolah.



Nonton Taekwondo

Menunggu Pertandingan
Sesaat Sebelum pertandingan Final 14 Agustus 2011
Suasana Pertandingan Final 14 Agustus 2011

Sunday, November 13, 2011

Membuat E-KTP







































Kemarin kami mendapat panggilan dari kelurahan tempat tinggal kami untuk proses perekaman dalam membuat E-KTP. Sempat terpikir pasti akan merepotkan, mengingat  beberapa orang teman mengeluh bahwa prosesnya merepotkan dan memakan waktu. Hari ini tepatnya Minggu, 13 November 2011 saya mencoba datang ke kelurahan setempat dengan membawa Surat Undangan /Pemanggilan. Saya berangkat dari rumah pada pukul 7.45. Karena memang di dalam undangan tertera proses perekaman berlangsung pada jam 08.00-19.00. Jam kerja dan dari berbagai informasi hari sabtu dan minggu juga tetap buka.
Datang ke sana sudah banyak antrian, dan ternyata banyak dari mereka yang datang dari jam 6.00 pagi. Terkejut juga melihat antusiasme masyarakat dalam menyukseskan program pemerintah ini. Kami pun diminta untuk meletakkan Surat Undangan dan Fotocopy, di meja panitia untuk kemudian menunggu dipanggil untuk mendapatkan nomor antrian. Sebagai informasi saya  mendapat undangan dari KANTOR KELURAHAN SUKAPURA di wilayah JAKARTA UTARA. Sambil menunggu saya melihat pengumuman jam buka loket di pintu masuk. Di sana  tertera:

Jam Buka Loket:
Senin-Jum'at : 08.00-19.00
Sabtu - Minggu : 08.00-16.00


Jam Istirahat:
Senin-Kamis, Sabtu, Minggu : 12.00-13.00
Jum'at: 11.30-13.30


Setelah menunggu beberapa saat nama saya dipanggil dan mendapatkan nomor di atas 60. Dan ternyata di dalam juga sudah di sediakan tempat duduk. Sambil memperhatikan proses perekaman, saya mencoba menghitung berapa waktu untuk setiap orang melakukan proses perekaman. saya mengambil 6 sampel acak dari 3 operator. Sebagai Informasi ada 4 alat perekaman dan 3 operator yang merekam. Jadi 1 alat tidak digunakan.
1. 2 menit 39 detik
2. 3 menit 02 detik
3. 4 menit 00 detik
4. 1 menit 35 detik
5. 4 menit 01 detik
6. 2 menit 46 detik
Jadi rata-rata proses perekaman yang dilakukan adalah 03 menit 03 detik.
berarti dalam satu jam 1 operator bisa merekam data sebanyak 18 orang. Karena ada 3 operator jadi 1 jam ada sekitar 54 orang terlayani. Dan dalam 4 jam pertama bisa merekam kira-kira sekitar 216 orang.
Diperkirakan setiap hari sabtu dan Minggu Operator E-KTP bisa melayani sekitar 378 orang. Hari Jum'at sekitar 513 orang sedangkan Senin sampai Kamis sekitar 540 orang. Proses perekaman itu sendiri terdiri dari:

1. Menyamakan data
2 Tanda tangan Elektronik
3. Foto
4. Sidik Jari 
5. Iris
6. Tandatangan Elektronik


Setelah selesai dilakukan pencatatan ulang data secara manual. Buat
teman-teman yang belum melakukan perekaman, ternyata tidak sesulit yang diduga. Dari yang saya lihat di tempat saya melakukan perekaman  prosesnya berjalan sangat adil. Ini terbukti pada saat ada seseorang yang ingin meminta untuk melakukan proses perekaman terlebih dahulu, dengan tegas petugas menolaknya. Mudah-mudahan proses Perekaman di Kelurahan lain juga seperti ini kondisinya, dan bahkan berharap lebih baik lagi.  Dan lagi jangan coba-coba datang tanpa surat panggilan ya? karena proses perekaman hanya akan bisa dilakukan sesuai dengan nomor yang sudah tercatat di surat panggilan.






Thursday, November 10, 2011

Mengenal Warna

Mengenalkan warna pada anak-anak sangat mengasyikkan lho. aku memperkenalkan warna pada Abi semenjak lahir. Kalau sedang di luar, bersamanya selalu aku jelaskan warna-warni dunia di sekitarnya. Saat melihat daun aku memberitahunya "itu daun, warnanya hijau" saat melihat lagit akupun berkata 'Itu langit warnanya biru".


Ketika beranjak besar dan membelikannya mainan akupun selalu memperkenalkan warna-warni mainan yang dipegangnya.
Tidak selalu mainan, bahkan kardus bekas susu dan makanan instannya pun aku gunakan sebagai alat untuk mengenalkan warna kepadanya.


Suatu hari, kira-kira saat itu usia Abi mencapai 18 bulan, dia sedang bermain dengan mainannya yang beraneka macam warna, akupun memintanya mengambil mainan berwarna kuning. Dan ternyata dia mengambil mainan seperti yang aku minta. Aku pikir itu hanya kebetulan biasa, akhirnya aku mencoba lagi. Aku memintanya mengambil mainan yang berwarna hijau, dan benar lagi. Semakin penasaran Akupun memintanya mengambil mainan yang berwarna merah. dan Alhamdulillah betul lagi. Ternyata tanpa sengaja Abi sudah belajar warna.

Buat para ayah dan bunda yang ingin mengenalkan warna kepada para prince dan princessnya. Aku buatkan gambar sederhana, tidak terlalu bagus, tapi Insya Allah bisa dipergunakan sebagai inspirasi untuk ananda belajar. Tapi jangan dipaksa ya ayah, bunda. kalau sudah bosan tinggalkan saja. Kan masiih bisa belajar warna dari benda lain. Seperti baju yang dipakai, atau kertas origami. Pokoknya banyak benda berwarna di sekitar kita yang bisa
digunakan sebagai bahan belajar ananda. Belajar bisa dimana saja kan???


















Wednesday, November 9, 2011

Koleksi November Dekayla

Adiva Kuning
Kerudung, IDR 115,000
Gamis, IDR 229,000


Adiva Ungu
Kerudung, IDR 115,000
Gamis, IDR 249,000

Adiva Putih
Kerudung IDR 115,000
Gamis, IDR 229,000



Kyra
Gamis IDR 229,000
Kerudung, 115,000






Hana, Gamis Hoodie
IDR 249,000





Harika, Gamis
IDR 269,000


Nada, Gamis
IDR 229,000





Shofi, Gamis
IDR 229,000











Abisaurus Vs Bundasaurus


Suatu sore, aku duduk di hadapan netbook dan menyibukkan diri dengan internet. Sementara Abi Sibuk bermain membuat pesawat dari kertas. Sambil sesekali memintaku membuatkan pesawat atau hanya sekedar memperbaiki pesawat kertasnya yang rusak.

Bosan dengan pesawat kertasnya, diapun merajuk ke arahku, Bun ayo kita gambar dinosaurus sama-sama. Katanya. Oke, sebentar yaa? Bunda sedang menyiapkan tulisan untuk di blog, jawabku. Dia pun melihat ke arah netbook, Menulis apa sih bunda?, aah nggak ngerti. Sampai jam berapa bunda menulisnya? tanyanya lagi. Oke selesai sudah, Jawabku. Ayo bunda temani menggambar.

Ternyata dia sudah menyiapkan dua buah kertas untuk kami gambar bersama, Ayo bun kita gambar Protocheratop. Akupun memperhatikan dia menggambar sampai selesai. Akupun menyarankan agar gambarnya diwarnai dan Abipun beranjak untuk kemudian mengambil krayon. Lalu dia melirik ke arah kertasku, dan protes karena kertasku masih kosong.Dan dia memintaku meniru gambarnya, hasilnya protoceratop yang sangat mirip dengan kelinci. Gambarnya bagusan punya Abi Bun, katanya dengan lugas. Abi itu sudah bisa menggambar hampir semua dinosaurus, tambahnya sambil menyebutkan sebutkan beberapa jenis dinosaurus. Aku saja tidak hapal, bathinku. Akhirnya gambar Kami pun selesai. Diapun bilang bahwa gambarnya akan dijadikan hadiah untuk ayah.

Dan aku mengajak dia untuk men-scan gambarnya. Gambar Bunda juga ya, katanya. Abipun memasukkan gambar kami satu persatu ke dalam mesin scanner sementara aku yang melakukan prosesnya. Dia menamakan file gambar kami Abisaurus dan Bundasaurus. Dan aku mengeditnya agar tampilannya menjadi cantik.

Sepulang dari kantor Kamipun memberikan hasil gambar kami kepada ayah. Akupun meminta Ayah untuk menebak antara dua  gambar Kami. Dan hasilnya.... Tebakannya salah, Habis gambarnya bagusan punya Abi sih, ujarnya mengelak. Kalau  jadi ayah, akankah hasil tebakannya sama?



Tuesday, November 8, 2011

Bambu dan Tali Rafia

Pagi-pagi sekali dalam rangka lomba antar TK sekecamatan 'Selalu Indah' beberapa batang bambu dipertemukan dengan serangkaian tali rafia. Masih mengantuk, kata tali rafia mengeluh pada sebilah bambu. Mengapa pagi-pagi sekali sudah dipasang? Kau tahu bambu, untuk acara apa kita dipasang. Pertanyaan yang bertubi-tubi dari tali rafia membuat senyum batang bambu mengembang. Hmm, bambu menjawab, hari ini kita akan kedatangan tamu-tamu penting, dan tugas kita adalah menjaga mereka. Siapa?? Presiden? Ada yang lebih penting dari itu.... aah, aku sedang tidak mau main tebak tebakan. Ayoo cepat beri tahu, siapa tamu penting yang harus kita jaga. anak-anak TK dari kecamatan 'Selalu Indah'. Kau ini aneh-aneh saja bambu, bagaimana bisa anak-anak TK menjadi lebih penting daripada seorang Presiden Manusia? Tentu saja seorang anak manusia lebih berharga, karena di bahu merekalah kelak akan di sandangkan segala tanggung jawab negara manusia.
Jika anak-anak dijaga dengan baik maka yang terjadi di kemudian hari akan tumbuh generasi-generasi manusia yang tangguh dan berbudi. Tapi jika penjagaan buruk maka yang hadir nanti hanyalah sekelompok manusia-manusia yang tidak pernah mengenal tata cara kehidupan dan akibatnya kehancuran negara manusia.

Tidak beberapa lama anak-anak mulai berdatangan, mereka berlarian kesana kemari, dengan riang gembira. Tali rafiapun bertanya pada bambu, kau tahu bambu kapan acaranya akan dimulai? katanya jam 8.00. Sekarang waktu sudah menunjukkan pukul 8.15. Mengapa belum mulai juga? kasihan anak-anak itu kalau terlalu lama menunggu pasti mereka akan jenuh. Ya... Sayang sekali padahal yang mengadakan acara adalah pendidik. Kalau anak-anak sudah datang tepat waktu, sementara panitia yang mayoritas pendidik tidak bisa memulai acara tepat waktu bisa dibayangkan potret manusia 10 tahun mendatang, anak-anak itu akan menjelma menjadi manusia yang tidak bisa di pegang janjinya. Padahal menepati janji itu sangatlah penting di kehidupan manusia.

Akhirnya setelah satu jam berlalu acarapun dimulai, satu persatu anak-anak berlomba, hai coba lihat rafia, teriak bambu, ada orangtua yang masuk melangkahimu dan mendekati anak-anak yang lomba. Lalu rafia menimpali, Waah apa fungsi kita kalau seperti ini. Untuk apa kita dibuat, buang-buang energi saja, kita yang sudah dipasang dari pagi dengan mudahnya diterobos manusia-manusia yang tidak cerdas. Apa mereka tidak tahu bahwa kita dipasang untuk menjaga agar lomba anak-anak tidak terkontaminasi. Ya, aku melihatnya rafia, mereka menginginkan anak-anak mereka taat aturan akan tetapi di saat yang lain mereka melanggar aturan yang sudah dibuat.

Para orang tua mendekati anak-anak, memberikan semangat, terlalu bersemangat malah, lihat ke sana bambu, ada anak yang menangis. Ya begitulah, memang tidak salah memberikan semangat kepada anak-anak agar menang, tapi seharusnya perlombaan ini tidak membuat hati anak-anak sedih, tidak ada yang boleh menangis dalam permainan. Semestinya menang dan kalah sama saja yang terpenting adalah bersenang senang. Tapi itulah bangsa manusia, terkadang semangat mereka bukannya membahagiakan tetapi malah  menghancurkan hati anak-anak mereka.

Tupperware Promo November 2011













Abi's World

Akhirnya terlaksana juga postingan Abi's world. Kalau yang ini gambar hasil karya Abi, yang aku scan dan di edit sedikit agar tampilannya lebih menarik. Abi senang sekali waktu men-scan gambarnya. Dan waktu postingannya sudah jadi, dia bergegas menggambar lagi. Apalagi sekarang dia sudah bisa membuat gambar bersambung, walaupun tanpa kata-kata, gambarnya sudah merupakan ekspresi jiwanya. yang bebas. Setelah lelah menggambar, dia pun membuat kata-kata cooming soon (maksudnya coming soon)di gambar ke-6-nya. Waktu aku tanya apa artinya dia bilang nanti lagi bunda gambar ini ada sambungannya.
Dulu sempat bingung mengenai bagaimana mengabadikan hasil karya Abi yang berupa gambar di kertas folio, karena biasanya pasti setelah itu di lipat-lipat ataupun terbuang. Kalau awalnya aku tempel gambar Abi di dinding rumah, sekarang ada cara baru dengan bermodalkan scanner pinjaman. Lagipula dinding rumah sudah penuh dengan hasil karyanya, baik tempelan gambar berupa kertas folio, ataupun berupa coretan di dinding. Terimakasih Om Etu dan Tante Happy, ternyata scannernya bermanfaat sekali.

Triceratopia