Welcome

Welcome to Neyoutha For Order and Further Information, Please SMS to 08174921002

Monday, August 17, 2015

Hati yang Tertutup

Seringkali takdir mempertemukan kita dengan orang-orang yang memiliki permasalahan besar dalam hidupnya.
Namun tak jarang masalah yang hadir dalam kehidupan mereka semata-mata karena gaya hidup yang jauh menyimpang dari cahaya kebenaran yang kita yakini
Adalah manusiawi saat kita ingin membantu meluruskan, saat mereka mengadukan permasalahan pelik kepada kita. Dan kemampuan kita hanyalah sebatas memberi saran yang baik dengan cara yang baik. Setelah itu biarkan tangan Allah yang bekerja. Karena Dialah yang memiliki hati manusia.
"Khatamallahu 'alaa quluubihim wa 'alaa sam'ihim, wa 'alaa abshaarihim ghisyaawatun wa lahum 'adzaabun 'azhiim."
Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka. Penglihatan mereka pun telah tertutup dan mereka akan mendapat azab yang berat. QS. Al-Baqarah : 7
Dan semoga kita bukan termasuk orang-orang yang ditutup hatinya oleh Allah SWT.
Have a nice day ......

Thursday, August 13, 2015

Bintang - Bintang Bersinarlah Pada saatnya Nanti

Saat pembagian raport berapa bulan lalu, saya menyempatkan diri mengobrol dengan beberapa orangtua kawan Mas Abi yang begitu khawatir dengan nilai raport anak- anak mereka yang jauh dari harapan. Sementara Sang Guru menyatakan untuk dapat masuk SMP negeri harus memiliki nilai raport minimal 8 di kelas 4, 5, dan 6. Karena iba dengan kondiisi mereka yang bukan dari kalangan berada, sayapun memberikan usul kepada orang tua mereka, agar anak- anak di izinkan belajar bersama di rumah. Walaupun tidak sepenuhnya yakin dengan kemampuan mengajar saya yang mungkin sudah menguap beberapa tahun yang lalu.

Tahun ajaran baru pun di mulai, belum adanya buku paket membuat anak-anak belajar hanya dengan materi yang di berikan guru mereka. Saya merasa sangat beruntung karena meski belum ada pembagian buku paket, masih bisa membelikan buku pelajaran yang menurut saya mudah dicerna  oleh Mas Abi. Tapi saya masih sering memikirkan kawan-kawan Mas Abi. Karena permintaan saya kepada orang tua mereka belum terealisasi. Waktu itu sayapun pasrah, mungkin memang Allah tidak menakdirkan mereka belajar di bawah pengawasan saya.

Tapi pagi ini, saat mengantarkan Mas Abi sekolah tiba- tiba ada seorang anak memanggil "Mama Abi jadi ngga mau belajar bersamanya". Saya mengangguk sambil tersenyum melihat antusiasme mereka yang ingin belajar. " Iya, nanti boleh datang ke rumah sepulang sekolah ya", mereka pun berlari- lari sambil tersenyum. Saya pun pulang mengerjakan beberapa pekerjaan Rumah  untuk kemudian mengajar di SMART KID. Sepulang mengajar sayapun mampir membeli sebungkus cemilan dan beberapa susu kotak yang rencananya akan saya bagi setelah mereka menyelesaikan soal-soal. 

Dan mereka menepati janjinya untuk datang ke rumah siang ini dengan tas di punggung mereka, ya saya sangat terharu melihat semangat mereka yang sangat besar. Hampir saja saya melonjak kegirangan. Tidak lama mereka datang Adzan Dzuhur pun berkumandang, mereka pun bergegas meminta izin untuk berwudhu dan Shalat Dzuhur, dan yang paling membuat saya senang Mas Abi ikut juga bersama- sama mereka, tanpa keributan sama sekali.

Ada yang menggelitik saat mereka bercerita seorang temannya yang beragama Nasrani yang sebenarnya ingin ikut belajar, tapi dia malu karena nggak ikut shalat. Saya katakan kepada mereka, bahwa teman mereka tidak perlu malu karena memang orang Nasrani tidak Shalat melainkan ke gereja. Akhirnya mereka berencana mengajaknya besok.

Saya mulai pelajaran hari ini dengan menguji kemampuan mereka akan penambahan dan perkalian. Selanjutnya pelajaran matematika yang sudah mulai di ajarkan di sekolah. Mereka pun tidak malu- malu saat menanyakan hal yang mereka tidak mengerti kepada saya. Dan Mas Abi dengan latihan- latihan yang selalu saya berikan setiap hari selalu mondar- mandir mengecek temannya setiap selesai mengerjakan soal. Satu hal yang memang saya tekankan adalah mereka harus mengerjakan soal-soal sendiri agar terlatih dengan sendirinya, kalau hari ini mereka bisa menyelesaikan soal dalam waktu 30 menit, besok bisa 15 menit, minggu depan bisa 5 menit dan seterusnya. 

Selesai mengerjakan soal merekapun meminum susunya masing- masing, tidak lupa saya taruh cemilannya di piring agar mereka bisa makan bersama-sama. Dan mereka memilih untuk duduk dan menikmati makanan di halaman duduk beralaskan rumput. Dan setelah itu merekapun saya ajak bermain origami sejenak sebelum akhirnya pulang ke rumahnya masing-masing. 

Masih panjang memang perjalanan mereka menempuh kehidupan di dunia ini, semoga sedikit pengetahuan, perhatian dan motivasi dari saya akan membuat kehidupan mereka kelak lebih berwarna. Karena saya yakin dengan semangat mereka kelak  akan menjadi Bintang yang bersinar.

Akhirnya saya hanya bisa bilang kebahagiaan itu adalah saat kita berbagi. Karena dengan berbagi dengan sesama Allah akan akan melembutkan hati kita sehingga tak ada lagi ketakutan untuk merasa kehilangan sesuatu. 


For Ayah Prihananto Sulistyowarno dan Mas Abimanyu you're always be my inspiration I love you in each moment of my life. 

Tuesday, July 28, 2015

Mengajar lagi

Bisa menemani anakku di masa-masa terpenting hidupnya adalah impianku. Namun setahun belakangan ini, ada yang menggelitik pikiranku. Diawali saat mengikuti kelas Bahasa Inggris di Negri Sakura (hehe...agak aneh sih harusnya belajar bahasa Jepang). Kesabaran guru kelas saya dalam mengajar dan berbagi ilmu membuat saya berangan-angan, kelak jika kembali ke Indonesia ingin mengikuti jejaknya.

Bulan demi bulan terlewati, tidak terasa hampir setahun beradaptasi sekembalinya kami ke Indonesia. Dalam sebuah pertemuan saya berkenalan dengan pemilik bimbel di perumahan tempat saya tinggal. Dan dari obrolan ringan datanglah tawaran mengajar Bahasa Inggris di lembaga yang dipimpinnya. Sempat ragu juga, khawatir tidak bisa membagi waktu. Tapi alhamdulillah setelah 3 bulan berlalu, saya malah merasa waktu saya semakin bermanfaat. 
Gairah hidup saya seolah terbangkitkan. Bagi saya mengajar adalah tentang berbagi. Semakin banyak  yang kita pelajari akan semakin banyak juga hal yang dapat kita bagi. 

Dan saya pun berkenalan lebih banyak lagi dengan karakter anak-anak di era ini. Yang bisa membuat saya semakin mengerti dan memahami my little prince yang sudah tidak kecil lagi. 

For my little family, life its not just about money and leisure. But sharing 
will make our life more meaningful.





Thursday, July 23, 2015

Introspeksi

Terkadang terlalu banyak hiburan begitu melenakan sampai tak sadar semua kesenangan di dunia hanya sementara saja.

Ketika ada seorang yang bilang kepadaku nikmati saja, rasanya tidak semudah itu. Karena hati ini masih begitu hampa.

Mungkinkah sedikit do'a yang kupanjatkan kepada Allah untuk orang-orang terkasih di sela sujudku bisa sedikit mengurangi kegelisahan jiwaku.

Dapatkah lantunan ayat-ayat suci-Mu mengisi kekosongan kalbuku.

Tidak ada salahnya mencoba lagi, bukan?

Thursday, May 21, 2015

Balita Berhitung

Boleh ga sih anak usia balita diajarin berhitung, kalau menurut saya boleh-boleh saja yang penting metode pengajarannya dikondisikan dengan masing-masing anak.
Saya sendiri mengajarkan abi berhitung sejak usia 3 bulan, karena pada saat itu dia akan tertawa saat saya berhitung 1-5 sambil menggerakkan jari-jari saya dan pada saat hitungan ke-5 saya akan menggerakkan seluruh jari tangan saya ke arahnya. Tapi beruntung waktu kecil Abi anak yang mudah menangis saat merasa tidak nyaman, jadi biasanya saat wajahnya menunjukkan tanda-tanda mau menangis saya akan ganti dengan permainan yang lain atau bahkan menggendongnya.
Ketika beranjak besar, Ayah Prihananto Sulistyowarno lain lagi cara mengajarnya. Karena hobinya lempar-lempar baju eh bola dia mengajari Abi berhitung dengan melempar bola tennis ke dinding lalu di tangkap lagi. Dan karena sudah agak besar, dan mungkin seru biasanya bertahan lama permainannya bahkan sampai hitungan ke- 100.
Tapi buat saya haram tuh hukumnya kalau mengajar anak berhitung sambil marah-marah apalagi sampai membuat anak menangis. Kalau ternyata dalam proses belajar itu seorang anak belum memahami apa yang kita ajarkan. Justru di situlah tantangan menjadi orang tua. Cukup sabarkah kita menghadapi anak-anak kita, cukup telatenkah kita mengulang lagi pelajaran-pelajaran yang kita berikan kepada mereka.
Metode pembelajaran berhitung yang kami ajarkan kepada Abi menurut kami adalah metode terbaik yang bisa kami berikan. Akan tetapi bukan hal yang mutlak harus di ikuti semua keluarga. Karena kami sepenuhnya yakin setiap keluarga memiliki standar masing-masing dalam mengajar anak-anak. Yang perlu di tekankan disini adalah jangan sampai metode yang kita ajarkan kepada anak-anak justru membuat mereka enggan untuk belajar. Dan pada saat belajar anak-anak dikondisikan sebisa mungkin dalam keadaan nyaman. Karena belajar itu adalah suatu proses, yang bisa berjalan lambat ataupun cepat sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Friday, February 27, 2015

Ilmu pengetahuan dari sudut pandang anak-anak.

Belajar ilmu pengetahuan dari kacamata anak-anak itu begitu menyegarkan. Ini terjadi juga saat kami berdiskusi mengenai Penjual dan Pembeli. Dari mulai saat ayah menjelaskan tentang definisi penjual dan pembeli. Sampai suatu saat ada yang mengganjal, bagaimana kalau penjual tidak berhasil menjual barangnya apakah masih bisa disebut penjual. Dan dengan lantangnya Mas Abi menjawab "Iyalah kan penjual harus sabar"

Belum lagi kalau menjawab soal-soal yang diberikan dari sekolah. Ketika ada pertanyaan definisi pasar jawabannya tempat membeli sayuran, warung adalah tempat membeli jajanan. Pasar swalayan adalah mall. 

Meski nilai yang didapat tidak memuaskan karena jawaban-jawabannya dianggap salah tidak sesuai definisi. Tapi minimal bisa membuat saat-saat belajar bersama jadi tidak lagi menegangkan. Suatu saat nanti dengan bertambahnya usia dan pengalaman pasti bisa menjawab dengan baik definisi-definisi tersebut. 

Thursday, February 26, 2015

Batu...ooh batu...

Mau baca, nonton tv berita, ya hampir sama demam batu. Yang bikin ngeri saat batu jadi bahan rebutan atau jadi pemicu perusakan alam. Kalau batu warna warni yang di atas hasil mungut di sungai daerah Wonogiri. Waktu itu pas jalan-jalan di sungai dan lumayan deh dapet seember. Kalau dipoles kira-kira jadi berapa batu ya? Harganya??? Hmmm bisa jadi jutawan dalam sehari nih hehe...

But actually it's not for sale. Karena dari awal tujuan kita memungut batu-batu itu hanya sebagai pengingat dan pelajaran buat kami bahwa alam Indonesia ini teramat kaya.

Tidaklah salah mengambil batu-batu tersebut selama tidak mengganggu keseimbangan alam dengan mengekspoitasi habis-habisan hanya untuk kepentingan segelintir orang. Hanya demi memuaskan nafsu manusia yang serakah. Please... be wise, saat kita sebagai manusia tidak lagi mampu menjaga keseimbangan alam maka alam itulah yang akan mencari keseimbangannya sendiri. Dan itulah pangkal terjadinya bencana di muka bumi. #savetheworld

Wednesday, February 25, 2015

My Olshop

Punya Toko online itu sesuatu banget deh....
Hari ini ada yang order busana muslim sambil nanya,
Ress: mba dikirim dari mana. 
Aq : langsung dari pusat mba di Bandung.
Ress : Mba yakin ini original, soalnya aq pernah order barang dari bandung palsu dan ga bagus kualitasnya.
Aku : Insyaallah ini langsung dari produsen mba, dan kualitasnya bisa dipertanggungjawabkan.
Alhamdulillah... bersyukur banget dari awal punya Ol-shop tahun 2010 sampai hari ini aku banyak berkenalan dengan produsen-produsen Pakaian Muslimah dari Bandung yang sangat oke kualitasnya dari mulai pemilihan Bahan, jahitan sampai dengan layanan konsumen.
Mungkin karena pada dasarnya aku paling takut di marahin sama costumer kali ya jadi aku berusaha semaksimal mungkin mencari produsen yang benar-benar mengutamakan kualitas. Jangan sampai setelah tiba ditangan konsumen tiba-tiba complain masalah bahan yang ga bagus atau jahitan yang kurang rapi.
Biasanya sebelum memutuskan untuk menjual suatu barang aku pastikan dulu dengan cara membeli satu atau dua dari produsen tersebut. Setelah cek sana-sini dan ternyata oke baru deh daftar jadi reseller atau agen.
Hati- hati itu perlu kalau punya olshop seperti aku, karena kasihan juga costumer kalau sampai kecewa.
Thanks juga buat rekanan-rekanan produsen, distributor dari Bandung, Bogor, Jakarta yang sangat kreatif dalam berkarya dan juga teliti dalam pemilihan bahan dan kualitas jahitan, juga yang dengan sabar melayani. Semoga kerjasama ini bisa berlanjut terus .
Selamat istirahat ya....

Saturday, January 10, 2015

Awan cumolonimbus dan kawan- kawannya

the cloud -by riza kemala 
Semenjak kejadian kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501 awan cumolonimbus jadi bahan pembicaraan hampir di setiap media. Awan tebal pembawa badai dan petir ini disinyalir menjadi penyebab jatuhnya pesawat Air Asia ini di sekitar perairan selat karimata.

Selama ini masyarakat awam hanya mengenal awan berdasarkan pengelihatannya saja ada yang berwarna putih menhias langit dengan indahnya dan juga abu-abu yang berupakan awan mendung yang merupakan tanda-tanda akan turunnya hujan. Kemudian ada yang membentuk serat-serat halus, menggumpal menyerupai bentuk suatu benda,

Dari sudut sains awan ini di klasifikasikan menjadi beberapa kelompok :

Awan rendah 800 m - 2000m
Stratus
Tipis, meluas dan menyerupai kabut
Stratocumulus
Awan ini berbentuk gumpalan putih tipis dan tidak menimbulkan hujan
Nimbostratus
Tebal berwarna putih sedikit gelap

Awan Sedang  2km - 8km
Altostratus bentuknya seperti gumpalan kapas dan dapat menimbulkan hujan ringan
Altocumulus 
Memiliki lapisan yang tebal dan berwarna kelabu

Awan Tinggi 6 - 12 km
Cirrus
Bentuknya menyerupai serat /bulu halus dan tidak menimbulkan hujan 
Cirostatusmemiliki bentuk seperti anyaman dan tidak beraturan dapat menimbulkan halo bila terkena terpaan cahaya matahari atau bulan 
Cirocumulus berbentuk gumpalan kecil-kecil menyerupai sisik ikan 

Awan yang terbentuk karena pergerakan udara ke atas 500 - 1500 m
Cumulus menyerupai kembang kol dan terbentuk pada siang hari dan secara perlahan akan menghilang apabila menjelang malam
Cumolonimbus berbentuk gumpalan besar serta dapat mengakibatkan hujan deras dan badai




Tuesday, January 6, 2015

Penggalan Do'a Selamat itu ternyata ada di Alqur'an

Semenjak kecil saat selepas shalat berjama'ah almarhum ayahku  selalu mengeraskan bacaan do'a selamat yang belakangan aku tahu beliau mengeraskan do'a-do'anya agar kami bisa hafal. Ya... akhirnya sayapun hafal dengan sendirinya do'a tersebut, namun tanpa pernah memahami kandungan di dalamnya. Jangankan paham tahu artinya saja tidak.

Suatu hari, bertahun-tahun setelah kepergian Ayahku saat membuka Al'Qur-an ada satu penggalan kalimat yang membuat aku tertegun. Ternyata kalimat tersebut yang selalu di ulang-ulang ayahku setiap selesai shalat. Saat itu aku menangis membayangkan betapa aku dahulu selalu kesal saat ayahku membaca do'a berpanjang-panjang padahal do'a yang beliau panjatkan berasal dari kalimat-Mu

Kalimat-Mu yang tercantum dalam Surat Ali Imran : 8

"Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau condongkan hati Kami pada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. "

Semoga kami semua dapat mengambil hikmah dari ayat-ayatmu. dan jagalah hati kami agar bisa tetap melangkah di jalan-Mu.