Welcome

Welcome to Neyoutha For Order and Further Information, Please SMS to 08174921002

Monday, April 16, 2012

Kurier Murah Vs Kurier Mahal

Alhamdulillah, hari ini menyempatkan diri berbagi cerita di blog lagi. Setelah beberapa minggu sibuk melayani pelanggan olshop Neyoutha Gallery. Bukan berarti hari ini santai, hanya saja tidak begitu banyak yang harus dikirim karena masih harus menunggu kedatangan barang. Agak lama memang dari biasanya, saya mencoba menggunakan jasa kurier yang ditawarkan Supplier dari janjinya kemarin yang hanya satu dua hari tarnyata sekarang sudah sekitar 4 hari menunggu paket datang. Tapi tidak apa, ini saya anggap sebagai pelajaran baru dalam 'My Olshop Games' Mencoba hal yang baru.
Jadi ada dua pelajaran yang saya ambil dari pengalaman kurier yang katanya "lebih murah" ini. Yang pertama adalah jangan menunggu sampai stock barang minim sehingga walaupun menunggu hingga satu minggu penjualan masih normal seperti biasa. Kedua kalau mau lebih cepat harus berani memakai kurier yang lebih mahal. Jadi intinya kualitas pelayanan tergantung harga yang kita bayar.

Monday, March 19, 2012

Berlibur Jalan-jalan Naik Busway

Akhirnya kesampaian juga mengajak Abi naik Busway.
Bermula ada urusan yang mengharuskan saya naik Busway waktu itu hari Sabtu. Harga yang murah (dan ternyata nyaman) saat weekend membuat saya memilih perjalanan dengan busway. Dan kebetulan juga tempat yang saya kunjungi mudah dijangkau dengan busway. Setelah urusan selesai saya pun pulang dan menceritakan pengalaman saya naik busway pada Abi. dan menjanjikan kepadanya besok keliling naik busway. Tapi sayang karena ternyata harus pulang kerumah pagi-pagi rencana itu tidak terlaksana.
Baru Minggu kemarin Kami bisa jalan-jalan lagi naik Busway, itupun karena kebetulan Ayah ada tes dari pagi sampai siang di daerah bendungan Hilir. Waktu di ajak ke tempat tes, sempat ragu juga sih, karena harus menunggu dari jam 7.30-jam 14.00.  karena kalau mau ke Plaza Semanggi jeda waktu antara menunggu sampai buka pasti akan terasa membosankan. Tapi kemudian mendapat ide setelah tahu tempat tes Ayah dilalui route Busway tepatnya Koridor 1. Jadi minggu dinihari, bangun tidur  aku browsing route busway di Internet. dan mendapat ide sementara menunggu Pelangi buka bisa jalan-jalan ke Senayan atau ke MONAS.
Bayangkan sejak malam Abi sangat senang karena akhirnya keinginannya naik Busway bisa tercapai. Pagi-pagi sudah bangun dan kalau biasanya Disuruh mandi sedikit susah dan ada kata-kata bunda dulu yang mandi tapi hari itu Abi yang mandi dulu(memang kalau sedang ada maunya semuanya jadi lebih mudah). Setelah menyiapkan sarapan untuk dibawa (berjaga-jaga kalau lapar di jalan) ternyata Sarapannya di makan di rumah. Abi sangat bersemangat dan dia pilih untuk mengunjungi MONAS... maklum kalau Abi memang belum pernah ke MONAS.
Di antar Ayah sampai naik ke jembatan penyeberangan, Abi memegangi tangan saya, masih takut untuk naik model tangga yang lurus tidak berundak. Membeli tiket dan langsung tiketnya saya berikan kepadanya dan diapun memberikan tiketnya kepada petugas. Dan sambil menunggu Busway-nya datang sempat mengambil foto juga di halte. Kami sangat menikmati perjalanan hari itu, Abi lebih banyak diam sepertinya menikmati situasi yang baru di rasakan. Kami turun di Halte MONAS dan berjalan lumayan jauh ketika akan masuk pintu gerbang (ternyata lebih dekat kalau turun di halte BI) baru tahu setelah pulang). Walaupun beberapa kali mengajak duduk tapi Abi masih tetap ceria menikmati perjalanan Kami hari ini, ada penjual Harumanis dan kami membelinya untuk Kami nikmati bersama. Kami sempatkan juga membeli Pecel di Mbok yang menggelar dagangannya di pinggiran. Ya hitung-hitung ada tempat duduk lesehan. Aku memesan Lontong pecel dan abi memesan Mie. Rasanya cuup standar tapi lumayan untuk mengisi perut saya yang mulai berbunyi. Setelah selesai makan kami berencana naik ke monas, tapi sayang ketika kami akan naik ke atas antriannya sudah panjang dan rasanya terlalu melelahkan kalau harus antri karena kami masih harus melanjutkan perjalanan kami ke tujuan kami berikutnya ke Plaza Semanggi  ke toko Buku Gramedia dan untuk makan siang makan siang.
Sampai di Pelangi seperti biasa abi langsung memegangi perutnya, aku langsung bertanya sdh lapar lagi bi? belum terlalu sih bunda katanya, kalau begitu kita ke gramedia dulu jawabku. Belum setengah jam di Gramedia dia sudah mendapatkan buku Ankylosaurus dia lalu bilang Bun abi sudah dapat buku yang mau Abi beli, yuuk kita cari makanan... Abi sudah lapar nih... waduh...gawat nih kataku dalam hati.  Nanti deh bi abi baca-baca dulu aja kataku lagi. Lagi pula bunda masih mau cari-cari buku buat bacaan bunda. Setelah lumayan lama berkeliling. Saya memutuskan membeli Novel Negeri 5 Menara yang filmnya sedang tayang di Bioskop.
Setelah itu mampir ke solaria untuk makan, bukan Abi kalau tidak mencicipi semua makanan yang Kami pesan, kebetulan karena makanan yang dia pesan agak lama datangnya setengah porsi makananku sudah lebih dulu di santap olehnya. Selesai makan sekitar jam 13.00 kami pun kembali ke pelataran parkir gedung tempat ayah tes. dan ternyata karena kami masing-masing mempunyai buku ditangan menunggu sampai tes selesai jadi tidak lagi membosankan..
Hmmmm Yesterday... Its a wonderful day... Thank's to Ayah yang mengajak kami sampai tempat tes, walaupun kali ini jalan-jalannya tanpa Ayah, lain kali pasti lebih menyenangkan.... bersama Ayah....

Monday, March 12, 2012

Abimanyu, Ular dan Habitat

Suatu hari ayah menelepon Kami dari Asrama di daerah Tangerang. Di tengah tengah pembicaraan tiba-tiba suaranya menghilang. Dan Ketika berbicara lagi, ternyata kata ayah ada ular di parit dekat tempat dia berdiri. Ularnya warna hitam kekuningan bun, kata ayah lagi. Abi yang aku ceritakan tentang kejadian itu langsung tertarik, maklum baru saja punya buku tentang Ular.
Seperti malam-malam sebelumnya, sebelum tidur Abi selalu memintaku untuk membacakan buku untuknya. Akupun mengambil buku tentang Ular dan membacakannya, lalu  teringat tentang ular di Asrama Ayah dan mengajak abi mencoba mengidentifikasikan, kira-kira ular apa yang ada di Asrama Ayah. Aku mulai menyebutkan ciri-ciri ular tersebut dan mencari di buku sampai pada halaman yang terdapat ular hitam kekuningan aku berkata Bi, mungkin ular ini yang ada di Asrama ayah. Lalu dengan polos dia berkata " tidak mungkin bunda, coba lihat tulisan ini habitat ular yang di buku adalah di Australia dan  Asia tidak ada tulisannya di Asrama Ayah...................
So.... You're Right Abimanyu.................. Akupun tersenyum.....

Tuesday, March 6, 2012

Gejolak Hati


Hati ini tidak tenang
Jiwaku kini gemetar
Tak bisa ku tahan Kegelisahan
Terasa Bagaikan Perang bathin yang melanda

Aku tidak mengerti  
Apa yang sebenarnya terjadi
Tiba-tiba saja aku seperti kehilangan akal sehat.
Kurasakan  kehidupanku terhenti, 
Dan aku tak lebih seperti sebuah robot berjalan.  
Tidurku pun  tak lagi nyenyak, 
di hantui mimpi-mimpi yang tak berpijak.

Astaghfirullah,  
Ya allah lindungi Kami dari segala keburukan dunia....
Ketakutanku ini sama sekali tidak berdasar
Kegelisahanku  benar-benar tidak dapat di terima
Dan teramat sangat mengganggu........................


Harus Ku usir gelisah hatiku
Harus Ku lempar gemetar jiwaku
Harus Ku buang rasa takut yang tak bertuan


Allahu Akbar.........
Kubersimpuh di Pangkuan-Mu
Ku berserah jiwa hanya kepada-Mu
Engkau Sang Pemilik Hati 
Engkau Sang Penguasa Jiwa

Wednesday, February 29, 2012

Hanya Berhati-hati Saja

Beberapa waktu yang lalu sempat berdialog dengan Kepala Sekolah TK  di tempat Abi bersekolah. sambil mengobrol tentang permasalahan anak-anak dari mulai perilaku sampai dengan persiapan masuk sekolah dasar. Sayapun sempat bercerita tentang Abi yang baru timbul keberaniannya untuk bermain permainan yang 'agak berbahaya' setelah masuk TK B ini. Dan Ibu kepala sekolah berkata mungkin aku terlalu memfokuskan diri untuk mengajarkan Abi belajar. 
Langsung dalam hati introspeksi, apa betul ya? Padahal seingatku kalaupun mengajarkan mengajarkan sesuatu pasti sambil bermain. Jadi ingat waktu  Abi sedang antusias berhitung. Saya dimintanya melemparkan bola ke tembok sambil berhitung sampai seratus. Lama-lama dia mengikuti saya berhitung. Begitu juga saat bermain Badminton di depan rumah, kami sama-sama menghitung mundur score badminton dari 100. 
Dalam hati sempat bertanya-tanya juga kenapa ya Abi begitu takut melakukan hal yang 'agak berbahaya' seperti bermain perosotan, bersepeda, dan permainan yang memacu adrenalin lainnya. 
Saya berkali-kali melakukan flash-back dari awal saat dia lahir sampai hari ini, apa ada hal yang pernah Kami lakukan yang membuat Abi trauma, atau apakah Kami terlalu berhati-hati dalam menjaganya. Tapi semakin di fikirkan, sepertinya Kami justru jarang sekali melarangnya berbuat sesuatu kecuali yang benar-benar membahayakan keselamatannya. Dari kecil Prinsip kami adalah membolehkan Abi bermain apapun, jarang sekali kami memberi batasan. 
Atau karena memang justru karena kami yang hampir tidak pernah melarang, karena itu dia lebih berhati-hati...
Kalau memang benar seperti itu, mudah-mudahan Abi selalu berhati-hati dalam menapaki hidupnya. 
Best Wishes......... from Ayah dan Bunda

Monday, February 20, 2012

Belajar itu asyiik dan bisa dimana saja

Belajar bersama Abi menjadikan hari demi hari yang saya lalui menjadi berarti. Pernah suatu hari saat sedang mogok sekolah (terkadang Abi memang mogok sekolah), Dia meminta saya untuk bersama-sama mepelajari kata-kata dalam bahasa Inggris. Saya bilang padanya untuk menuliskan 10 binatang dalam bahasa Inggris yang ada dalam kamus Bahasa Inggrisnya di kertas Folio. Dan saya mengatakan padanya juga kalau sudah selesai akan ada permainan yang akan kami lakukan berdua.
Mendengar kata permainan Diapun langsung semangat menuliskan kata-kata yang saya minta. Begitu selesai dia langsung menagih janji untuk bermain. Lalu sambil memeriksa kertasnya, saya mencoba memberikan tebak-tebakan hewan yang sudah dia tulis di kertas. Tanpa melihat ke kamus, dia dapat menyebutkan binatang-binatang yang Dia tulis di kertas dalam Bahasa Indonesia dengan benar.
Alhamdulillah.... tidak terlalu sulit ternyata untuk menjadikan belajar sebagai permainan yang mengasyikkan.

Berikut beberapa permainan dalam Bahasa Inggris yang Saya Terapkan untuk bahan belajar
Abi di rumah.
    - Menyanyi  dalam Bahasa Inggris,
       Lirik : Sunday Monday
           Tuesday Wednesday
           Thursday Friday
           Saturday That is the day
       Irama : Bisa dari lagu apa saja, yang penting dinyanyikan dengan gembira
     - Tebak tebakan  kata
        Kalau belum bisa menulis bisa dengan lisan kita menyebutkan kata dalam bahasa Inggris dan
        kemudian Anak menyebutkan dalam Bahasa Indonesia. begitu juga sebaliknya,
        kalau sudah bisa menulis untuk melatih motoriknya juga, minta menuliskan kata-kata dalam
        bahasa Inggris. Dan kemudian beri tebak-tebakan.
     - Buat  anak yang sudah bisa membaca buat Puzzle kata-kata.
        Buat kotak 5 x 5 dan isi dengan kata-kata yang akan dipelajari lalu sisanya berikan huruf
        acak.Minta anak untuk mencoret atau melingkari kata-kata yang tersedia. Kalau sudah mahir
        bisa di tambah jumlah kotaknya
     - Menyebutkan benda-benda yang ada di sekitar dalam Bahasa Inggris.

Dan ini hanya permainan, sangat mungkin sekalai anak menjawab dengan kata-kata yang salah.
Biasanya kalau ada kesalahan saya mencoba memberikan petunjuk agar dia bisa menjawab dengan benar. Dan jangan dimarahi ya bunda..... ayah.... kalau ada yang salah. Namanya juga masih belajar.....

Monday, February 13, 2012

Mutiara itu Terlihat Kini.....

Membaca tulisan Dahlan Iskan dan Prof. Rheynald Kasali adalah menu wajib setia minggu. Entah mengapa jadi seperti ada yang kurang jika belum membaca tulisan mereka berdua. Setiap kata yang di tulis selalu mengandung arti dan makna bagi kehidupan masyarakat. Tulisan yang berisi segala kegiatan mereka yang tak pernah putus-putus membangun Negeri tercinta ini.
Catatan harian mungkin, mungkin masih ada lagi Putera Bangsa seperti mereka, yang rela di setiap nafas kehidupannya untuk bekerja, bekerja dan bekerja. Bekerja dengan Akal fikiran dan juga hati nurani.
Setiap tulisan beliau  berdua mampu menggerakkan hati dan fikiran untuk senantiasa bergerak maju ke depan. Tidak melulu bersantai atau berpangku tangan. Tulisan yang membuat kita selalu bersemangat menjalani setiap harinya di tengah kemelut yang melanda negeri tercinta.
Setiap tulisan beliau mampu memberi setitik harapan di antara asa yang terkoyak. Dan menguak rasa haru  yang teramat dalam. Bahwa ternyata negeriku tercinta ini masih menyimpan mutiara-mutiara yang berkilauan. Dan mungkin masih banyak lagi yang tersembunyi di dasar lautan.
Dan sekarang yang tersusun dalam benakku... bagaimana menyusun setiap detik yang berlalu menjadi sesuatu yang bermanfaat bukan hanya untukku... tetapi untuk orang di sekitarku.
Bismillah................


Wednesday, February 8, 2012

Dimulai dari Kebiasaan Baik

Masih mencoba berusaha mengajarkan Abi Shalat dan membaca Alqur'an. Shalat Maghrib alhamdulillah sudah mau  tapi dia selalu ingin melakukannya sendiri, kalau sama-sama lama katanya. Suatu hari saya pernah mengecek bacaan Shalatnya dan dia sudah bisa. Kalau sudah selesai shalat saya melihatnya mengangkat tangannya untuk berdo'a.
Dia selalu Protes tidak mau membaca buku iqranya. Mau membaca Surat pendek saja katanya. Di sekolah sudah belajar Iqra katanya. mungkin saya harus membaca buku Iqranya terlebih dahulu kalau ingin membuatnya belajar membaca satu demi satu. Karena kalau Abi bilang Tidak mau membaca Alqur'an, tetapi kemudian melihat Saya membaca Alqur'an dia akan mendatangi saya dan memperhatikan Ayat yang saya baca. Still Trying, Always Trying and Never stop Trying. For The Best of me............
Bismillahirrahmanirrahiim

Tuesday, February 7, 2012

Memberi Contoh dengan Perbuatan, Tidak Menyuruh

Kemarin sore sempat membaca tulisan tentang Pak DIS, tentang bagaimana beliau memimpin kementriannya. Beliau yang selama menjadi menteri selalu mendatangi deputinya, dan bukan dididatangi. selengkapnya baca di http://sosok.kompasiana.com/2012/02/05/dahlan-iskan-berhentilah-berkotbah-dan-mulai-menularkan/.
Banyak  yang bisa dipetik dari pernyataan beliau. Selama ini dalam memimpin, dari mulai memimpin lingkungan yang kecil seperti keluarga, kebanyakan dari kita selalu yang mendatangi adalah yang di posisi bawah. Selalu saja, meminta tolong sudah merupakan hal biasa. Orang tua meminta tolong kepada anaknya, kakak meminta tolong pada adiknya. Yang berkuasa pastilah yang paling sering meminta pertolongan.
Salahkah meminta tolong?? Sejauh meminta tolong hal yang wajar saya kira itu masih tidak apa-apa, sejauh permintaan tolong kita tidak memberatkan 'sang penolong' juga tidak apa-apa. Jika meminta tolong hal yang benar-benar kita bisa lakukan boleh-boleh saja. Akan tetapi bukankah lebih baik memberi pertolongan daripada meminta pertolongan.

Monday, January 30, 2012

Using Reward Rather than Punishment Bunda....

Hari Sabtu lalu, 28 Januari 2012 merupakan jadwal manasik haji murid TK di sekolah Abi. Hari yang ditunggu-tunggu oleh sebagian murid TK karena beberapa hari sebelumnya selalu mendengar ocehan anak-anak tentang manasik haji. Ada yang bilang mau umroh, ada yang bilang mau ke Ka'bah dan banyak lagi yang terdengar dari celotehan Murid TK. Tidak ketinggalan Abi, yang kalau pulang sekolah menceritakan Do'a do'a yang Dia baca disekolah bahkan bertanya pada saya bunda habis do'a ini apa? kalau lempar jumroh  apa saja.
Terdiam mendengar pertanyaan-pertanyaan bertubi-tubi karena bingung mau menjawab apa. Saya sendiri tidak hafal Rukun haji. Pernah dulu menghafal sewaktu sekolah (karena kewajiban) tetapi kemudian lupa. Harus Belajar lagi. Insya Allah nanti akan saya cari sumber dan mempostingnya di sini.
Malam Sabtu dengan semangat Abi menceritakan kegiatan yang akan di lakukan pada saat Ibadah haji. Dan Sambil bermain untuk kemudian Tidur.
Hari-H ketika saya mempersiapkan bekal untuk anak-anak (kebetulan menjadi koordinator kelas) tiba-tiba Abi bilang tidak mau ikut manasik haji.. Saya masih tenang, sampai selesai bersiap-siap dia tidak mau berangkat, Saya pun di telfon teman, yang mengatakan bahwa bis sudah mau berangkat. Rasa kesal merambah di hati. Abi tidak mempan dirayu dengan apapun. Akhirnya saya meminta Ayah mengantarkan konsumsi anak-anak ke Bis. Dan Kami berencana mengikuti dengan mobil dari belakang. Sampai waktunya berangkat Abi masih merengek, Karena kesal dan tidak bisa berfikir lagi Saya pun berkata pada Abi. 'Kalau Abi tidak mau ikut kegiatan Manasik Abi tidak akan mendapatkan buku dinosaurus yang selalu saya janjikan padanya setiap tanggal 30. Kontan Dia menangis, dan Agak susah diamnya, dan yang pasti itu tidak membuatnya mau mengikuti kegiatan Manasik Haji.
Di Perjalanan Ayah berusaha mengajak Abi Bicara, dan menawarkan padanya kalau Abi mau ikut kegiatan manasik haji, buku dinosaurus akan dikasih hari ini (tanggal 28), tapi kalau Abi tidak mau ikut  tidak apa-apa. Dan ... It's work.. Abi mau mengikuti kegiatan manasik haji  (walaupun kami datang terlambat, tapi Dia mau bergabung dengan teman-temannya. Usut punya usut ternyata Abi tidak mau ikut kegiatan manasik haji karena malu pakai pakaian ikhrom yang setengah terbuka....